Jumat, 06 April 2012

Minta Pembersihan Di Perluas

Gatot Paeran,Politisi Golkar


Kragan – Anggota DPRD Rembang asal Kragan, Gatot Paeran menganggap penyisiran ranjau laut jangan hanya sebatas di sekitar pelabuhan umum nasional (PUN) Sendangmulyo Kec. Sluke saja, tetapi kelak bisa diperluas ke perairan Kragan sampai Sarang.
Gatot Paeran menyadari akan menyedot dana cukup besar, tetapi hal itu bisa dikerjakan secara bertahap. Keberadaan ranjau sisa peninggalan perang dunia ke II, menurutnya menjadi salah satu kendala untuk memajukan sektor perikanan wilayah Rembang bagian timur.
Berulang kali nelayan sejumlah desa di Kec. Kragan mendesak pembangunan dermaga untuk tambatan kapal, tetapi hal itu sulit terealisasi. Alasannya diprediksi masih banyak ranjau laut yang membahayakan keselamatan pekerja, terutama ketika melakukan penanaman beton dermaga.
Akibatnya kapal kapal besar asal Kragan lebih senang melaut ke perairan Batang dan Pekalongan, sekaligus melelangkan ikan hasil tangkapan di sana. Potensi besar ini yang belum tergarap, padahal bisa menyumbang pendapatan asli daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono mengatakan belum ada rencana pembersihan ranjau susulan, karena kekuatan anggaran terbatas.
Ia mencontohkan saat pembersihan ranjau di sekitar pelabuhan umum nasional (PUN) Sendangmulyo bulan Mei tahun 2010 lalu sudah menyedot dana Rp 2 miliar. Perluasan pembersihan ranjau, tergantung hasil deteksi TNI Angkatan Laut, sehingga bisa diketahui pasti titik koordinatnya.

Sejauh ini Pemkab Rembang mengedepankan skala prioritas, berdasarkan kebutuhan rencana pembangunan. Kalau belum ada kejelasan program, dana bisa digunakan untuk keperluan lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar