Jumat, 06 April 2012

30 Warga Dusun Banyon Keracunan Legen



Kragan - 30 orang, sebagian besar ibu rumah tangga, warga Dusun Banyon, Desa Woro dan Sumurtawang Kecamatan Kragan, Rembang, Senin malam hingga Selasa siang menjalani perawatan di Puskemas II Kragan, setelah keracunan minuman legen yang dijajakan seorang penjual keliling sebanyak  15 orang di antaranya hingga Selasa siang masih menjalani rawat inap di Puskemas II Kragan. Sedangkan 15 lainnya diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.
Kepala Puskemas II Kragan dokter Ali Syafii mengatakan, 30 warga itu rata-rata mengalami pening, mual disertai muntah sejak Sabtu siang hingga Senin malam. Dia mengatakan, warga yang mengalami gejala itu awalnya  hanya dirawat jalan oleh bidan setempat.  
Namun, Senin malam, Kepala Desa Woro Dami Masruati melaporkan ke Puskemas II Kragan karena sakit yang diderita oleh puluhan warga mencurigakan dan seragam.
''Kami yang mendapatkan laporan dari warga kemudian mengirimkan tim ke Desa Woro dan Sumurtawang untuk memeriksa dan mencari tahu penyebab gejala yang diderita warga. Dari pemeriksaan kami, warga mengalami gastroenteritis (peradangan saluran pencernaan, Red) setelah mengkonsumsi legen dari penjual keliling,'' terang dia.
Perawatan Lanjut
Dia mengatakan, dengan menggunakan ambulan, 30 orang warga Dusun Banyon kemudian dibawa ke Puskemas II Kragan Senin malam untuk perawatan lebih lanjut. ''Setelah dirawat, 15 dari 30 warga kami izinkan pulang. Sedangkan 15 lainnya, hingga Selasa siang ini masih menjalani perawatan inap intensif,'' jelas dia.
Kepala Puskemas II Kragan menambahkan, gejala yang diketahui warga ini memang cukup terlambat diketahui. ''Beruntung gejala yang dialami warga masih dalam taraf ringan, sehingga masih bisa tertolong,'' kata dia.
Untuk mengetahui penyebab gejala sakit yang dialami warga, pihaknya sudah mengamankan sisa legen yang diminum warga. ''Sisa legen, muntahan dan tinja dari beberapa warga akan kami kirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten untuk diteruskan ke laboratorium di Semarang untuk diperiksa. Kami sampai saat ini belum tahu racun apa yang ada di dalam legen yang diminum warga,'' terang dokter Ali Syafii.  
Hingga Selasa siang,  tambah dia, kondisi 15 warga yang menjalani rawat inap sudah mulai membaik. ''Untuk memulangkan 15 warga yang masih rawat inap, kami menunggu perkembangan lebih lanjut,'' tandas dia. (H19-23)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar